Jumat, 20 April 2012

PERAN MAKANAN MENTAH UNTUK KESEHATAN


PERAN MAKANAN MENTAH UNTUK KESEHATAN

ABSTRAK
Rahayu, Purwo Puji. 2010. Peran Makanan Mentah untuk Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Malang.

Kata Kunci: Peran, Makanan mentah, Kesehatan
Makanan mentah pada dasarnya bermanfaat bagi tubuh. Makanan ini tidak menimbulkan efek yang berbahaya meskipun dikonsumsi dalam jangka panjang. Makanan mentah yang baik untuk dikonsumsi adalah yang berasal dari bahan pangan organik. Bahan pangan organik adalah semua bahan pangan yang diproduksi tanpa menggunakan unsur kimia baik pupuk maupun pestisida. Jadi bahan pangan ini aman dikonsumsi meskipun tanpa proses pengolahan sebelumnya. Bahan pangan organik yang sering dimakan langsung adalah kelompok buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk kelompok daging, telur, dan susu biasanya hanya direbus. Dalam pengonsumsian makanan mentah tidak dilakukan proses penggorengan. Bahan pangan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan yaitu, memaksimalkan perolehan zat gizi. Kandungan gizi beberapa bahan pangan mentah lebih tinggi daripada yang telah diolah. Proses pengolahan terutama yang menggunakan pemanasan, biasanya dapat menguraikan zat gizi di dalam buah, sayur, umbi, ataupun daging. Kedua, meningkatkan konsumsi serat pangan. Serat pangan dibutuhkan oleh tubuh. Serat ini dapat diperolah dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Pada umumnya serat terdapat pada dinding sel tanaman. Ketiga, meningkatkan asupan enzim dalan tubuh. Enzim membantu berbagai reaksi dalam tubuh. Enzim didapatkan dari makanan mentah seperti enzim papain yang diperoleh dari getah daun papaya. Enzim ini membantu proses pencernaan protein. Dalam memilih bahan mentah diperlukan ketelitian. Pilihlah bahan mentah yang segar. Ini dapat dilihat dari warna, tekstur, dan bau.





Kesehatan sangatlah berharga. Di era ini menjaga kesehatan lebih sulit. Makanan yang dikonsumsi tidak sepenuhnya bermanfaat bagi tubuh. Bahkan, ada makanan tertentu yang membahayakan bagi tubuh apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Makanan instan contohnya, makanan ini diproses dengan penambahan bahan-bahan kimia seperti pengawet, pewarna, pemanis, dan sebagainya. Ini dilakukan agar makanan lebih tahan lama, memiliki rasa dan penampilan yang dapat menarik konsumen. Akibat dari pengonsumsian makanan ini dapat memicu berbagai penyakit. Tak hanya itu, buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam dengan metode konvensional juga akan menimbulkan dampak serupa. Penanaman dengan metode konvensional merupakan penanaman buah ataupun sayur yang masih menggunakan pupuk, pestisida, dan hormon pertumbuhan. Metode pengolahan makanan yang kurang tepat seperti pencucian yang ala kadarnya dan pengupasan kulit yang kurang bersih memungkinkan pestisida masih menempel pada permukaan buah atau sayur. Bila dikonsumsi, bahan-bahan tersebut akan ikut tercerna dalam tubuh dan sangat membahayakan bagi kesehatan.
Pengonsumsian makanan mentah mulai dilakukan oleh sebagian masyarakat. Ini merupakan salah satu cara menjaga kesehatan yang paling jitu. Untuk pengonsumsian makanan mentah, bahan pangan organik adalah pilihan yang tepat. Karena dapat mengurangi masuknya bahan-bahan kimia ke dalam tubuh. Menurut Astawan (2008) istilah yang lebih tepat untuk bahan pangan organik adalah organically grown (ditumbuhkan dengan bahan organik) atau organically produce (diproduksi dengan bahan-bahan organik). Namun, masyarakat lebih mengenal dengan istilah organic foods. Pengertian dari bahan pangan organik adalah semua bahan pangan yang diproduksi dengan sedikit mungkin atau bebas sama sekali dari unsur-unsur kimia berupa pupuk, pestisida, hormon, dan obat-obatan. Saat ini harga bahan pangan organik masih lebih mahal dibandingkan dengan bahan pangan nonorganik. Ini disebabkan karena rendahnya produktifitas dan sebagian besar masih diimpor dari luar negeri. Meski demikian bahan pangan organik memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan.
Makanan mentah diyakini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Yang pertama, rendah lemak dan bebas kolesterol. Sebab, makanan mentah mengandung sedikit lemak. Kolesterol biasanya terdapat pada makanan siap saji yang diolah melalui proses penggorengan. Contohnya hati ampela goreng memiliki kadar kolesterol sebesar 536 mg/g. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa makanan yang berkarbohidrat tinggi seperti kentang bila digoreng dengan suhu tinggi sekitar 190ºC dapat menyebabkan senyawa karbohidrat terurai. Dan merangsang terbentuknya senyawa karsinogenik. Kedua, bebas bahan tambahan pangan. Bahan tambahan pangan (BTP) ini ditambahkan ke dalam makanan sebagai bahan pembantu untuk memperbaiki cita rasa makanan. BTP juga tidak memiliki nilai gizi. BTP dapat berupa bahan pengawet, pemanis buatan, dan pewarna buatan. BTP yang dilarang penggunaannya yaitu formalin, boraks, kalium bromat, pewarna amaranth, dan lain-lain. Dengan mengonsumsi makanan mentah maka tubuh dapat terhindar dari bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogenik.
Ketiga, memaksimalkan perolehan zat gizi. Zat gizi sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bila makanan yang dikonsumsi kurang mengandung gizi, maka tubuh akan mengalami gangguan. Zat gizi sangat mudah hilang dengan proses pemasakan, seperti perebusan dan penggorengan. Dengan mengonsumsi makanan mentah, zat gizi yang terkandung dalam buah, sayur, umbi, ataupun daging tidak akan hilang. National Cancer Institute menganjurkan agar setiap hari mengonsumsi lima kelompok bahan pangan berwarna yaitu merah, putih, biru atau ungu, kuning, dan hijau. Karena setiap warna mengandung senyawa fitokimia tertentu. Contohnya buah jeruk dan jambu biji mengandung β-kriptosantin, karotenoid, dan limonoid yang dapat mencegah sintesis kolesterol dan kanker dalam tubuh. Anggur, apel merah, dan kubis ungu mengandung antosianin, asam elagik, vitamin C, dan serat pangan yang dapat mencegah penggumpalan darah dan kanker.
Keempat, meningkatkan konsumsi serat pangan. Serat pangan atau dietary fiber merupakan senyawa berbentuk karbohidrat kompleks yang banyak terdapat pada dinding sel tanaman pangan. Serat pangan tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan tetapi sangat bermanfaat bagi tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan serat yang seimbang maka sebaiknya mengonsumsi serat pangan yang berasal dari biji-bijian, buah, dan sayur. Tidak hanya itu , buah dan sayur juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Vitamin (A, C, dan E) dan mineral berperan sebagai antioksidan. Contohnya lemon memiliki kandungan serat 2,06 g/100g dan 3,28g/100 g pada bayam.
Kelima, meningkatkan asupan enzim dalan tubuh. Enzim sangat berperan penting dalam membantu berbagai reaksi dalam tubuh. Enzim dapat diperoleh dari makanan mentah. Beberapa ezim yang dibutuhkan tubuh yaitu: (1) enzim papain, sumber enzim ini berasal dari getah daun dan buah papaya. Enzim papain membantu mempercepat proses pencernan protein. Selain itu juga dapat mengurangi penumpukan lemak. (2) enzim bromelain, terdapat pada buah nanas. Enzim ini dapat mempercepat pembuangan lemak. (3) enzim invertase, berfungsi sebagai pemecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Banyak terdapat dalam madu dan makanan yang mengandung gula. (4) enzim selulase, berguna dalam proses pemecahan ikatan dalam serat. Terdapat dalam buah dan sayur. Enzim dari makanan mentah akan membantu kerja enzim yang dihasilkan dalam tubuh. Sehingga akan mempercepat proses pencernaan.
Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi makanan mentah dapat menjaga kesehatan. Sehingga harapan hidup sehat bukan lagi hanya sekedar impian. Ada beberapa tips dalam membeli makanan mentah, pilihlah buah, sayur, daging, dan ikan yang bagus. Dalam artian mengandung zat gizi dan masih dalam keadaan segar. Sayuran hijau misalnya, sayuran yang berwarna hijau terang lebih banyak mengandung klorofil dan vitamin dibandingkan dengan sayuran yang berwarna hijau kekuningan. Dalam memilih ikan segar ada hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya warna kulit cerah, daging lentur, bau khas ikan, insang masih merah, dan kulit yang tidak terlalu berlendir. Dalam memilih beras, belum tentu beras yang putih mengkilat adalah beras yang bermutu baik. Biasanya agar kelihatan lebih putih, beras disosoh (dihilangkan kulit arinya) bahkan ada yang diberi pemutih. Semakin banyak kulit ari yang terbuang maka semakin sedikit kandungan serat pangan dan vitamin B1nya. Saran dari penulis adalah sebaiknya konsumen lebih cermat dalam memilih makanan yang dikonsumsi terlebih untuk jangka panjang. Karena kesehatan adalah harta yang paling berharga.

DAFTAR PUSTAKA
Astawan, Made, dkk. 2008. Khasiat Makanan Mentah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar